Senin, 11 Juli 2016

Reuni Dua Dasawarsa SMANSIX Pekanbaru '96



Reuni Dua Dasawarsa SMANSIX Pekanbaru '96

Masa-masa SMA bagi banyak orang adalah masa-masa yang penuh kenangan dan sulit tuk dilupakan. Ini pula yang dirasakan para alumni SMAN 6 (sekarang SMAN 8) Pekanbaru tahun 1996 yang berkumpul dalam acara 'Reuni 20tahun, Get Together SMANSIX 96', Sabtu (9/7/2016), di SMAN 8 Jl Abdul Muis Pekanbaru.

Acara yang dipusatkan di Taman Siti Payung sekolah yang identik dengan warna kebanggaan biru dongker itu dihadiri hampir seratus orang alumni yang kini sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia bahkan manca negara.

Selain itu, turut hadir mantan kepala sekolah H Hasan Masri serta guru-guru yang mengajar di sekolah itu dalam kurun waktu tahun 1993-1996, yang sengaja diundang. Beberapa yang hadir diantaranya Pak Syamsudin, Pak Ramli, Pak Simamora, Bu Sangti Nababan dan lainnya.

Selayaknya reuni, berbagai keseruan dan kisah-kisah lucu bahkan konyol muncul dalam acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini. Tampak gelak tawa dan keceriaan di wajah para peserta yan hadir.




H Hasan Masri dalam sambutannya, selain mencoba mengenang masa-masa saat beliau menjabat sebagai kepala sekolah, juga berpesan agar keberadaan alumni tidak hanya sekedar kumpul-kumpul, namun juga harus memberi kontribusi positif bagi masyarakat, terutama lembaga pendidikan yang mereka tinggalkan.

"Para alumni harus bisa memberikan kontribusi terhadap almamater khususnya, dan masyarakat pada umumnya," ujar Hasan Masri.

Senada dengan beliau, ketua pelaksana reuni Taufiq Hidayat juga berharap dengan terjalinnya kembali hubungan antara setiap alumni yang dulu sempat terputus, dapat terjalin sinergi untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. "Kita melihat kawan-kawan sekarang memiliki potensi masing-masing. Ini yang harus kita satukan," ujarnya.

Selain melaksanakan reuni, pada kesempatan ini juga dilaksanakan pengukuhan Ikatan Alumni 96 SMANSIX (IA'96 SMANSIX) Pekanbaru, sekaligus pemilihan ketua pertama. Melalui pemilihan yang berlangsung seru dan penuh keceriaan, akhirnya, terpilihlah Musli Haryandi sebagai ketua untuk periode 2016-202.

Usai terpilih, Andi pangilan akrabnya mengatakan akan memprioritaskan pada konsolidasi dan merangkul para alumni yang saat ini masih banyak belum bergabung dan bahkan ada yang putus komunikasi sama sekali.

"Ada sekitar 320 alumni yang pernah bersekolah di SMAN 6 Pekanbaru dalam kurun waktu 1993-1996, baik yang tamat di sekolah ini atau tidak. Ini yang akan terus kami rangkul kembali untuk bersama-sama berkumpul dalam wadah IA'96 Smansix Pekanbaru," paparnya.


Selain mengumpulkan kembali para alumni, program lain yang akan dilaksanakan adalah kegiatan sosial untuk membantu para alumni dan guru/mantan guru yang barangkali saat ini dalam kondisi yang kurang baik.

"Dalam acara ini terkumpul juga sejumlah uang yang nanti akan kita gunakan untuk meringankan beberapa orang mantan guru kita yang sedang sakit," lanjutnya.

Usai sudah keseruan dan haru biru reuni dua dasawarsa dan pengukuhan IA'96 SMANSIX Pekanbaru. Mereka bertekad akan kembali berkumpul lima tahun yang akan datang, tidak hanya angkatan tahun 96, namun seluruh alumni dari awal berdiri ketika masih bernama SMPP 49 hingga sekarang menjadi SMAN 8 Pekanbaru.
"Kita akan coba mengajak alumni dari semua angkatan di sekolah ini untuk berkumpul dan membuat reuni akbar 5 tahun mendatang," tutup Andi.
READ MORE - Reuni Dua Dasawarsa SMANSIX Pekanbaru '96

Minggu, 24 April 2016

Sunatan Massal Yayasan Alumni 4968

Yayasan Alumni 4968 kembali mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat melalui kegiatan sunatan massal yang bertajuk Sunathon 4968 (Sunat Marathon). Marathon dalam hal ini dimaksudkan berkelanjutan di setiap minggu khususnya selama liburan sekolah. Sunatan massal ini dilakukan oleh dokter-dokter dari alumni 4968 sendiri yang menggunakan peralatan dan metode SUNATHRONE KLAMP sebuah metode penyunatan atau khitanan tanpa menggunakan jahitan. Metode ini mirip dengan metode klamp lainnya dengan beberapa inovasi yang lebih memudahkan pelaksanaan dan kenyamanan bagi pesunat.

Sunathrone Clamp : Sunathrone adalah metode sunat dengan kaedah terkini yang ditemukan oleh Dr Mohammad Tasron Surat, dokter kelahiran Malaysia. Keistimewaan Sunathrone ini adalah kerana praktis dan proses penyembuhannya lebih cepat. Alat khitan sekali pakai ini akan tertanggal sendiri, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah khitan dapat langsung memakai celana dan beraktifitas tanpa rasa sakit.

Ali’s Clamp : Alat ini mirip dengan Smart Klamp, hanya saja tabung klem-nya didesain miring dengan pertimbangan agar mengikuti kontur glans penis.


READ MORE - Sunatan Massal Yayasan Alumni 4968

Kamis, 30 Agustus 2012

Halal Bihalal Alumni 4968 - Biru Dongker

Halal Bihalal Alumni 4968 - Biru Dongker
SMPP 49 - SMAN 6 - SMUN 6 - SMUN 8 - SMAN 8
PEKANBARU - RIAU
DIUNDUR

KONTAK PERSON :
Basthian 081275715466
READ MORE - Halal Bihalal Alumni 4968 - Biru Dongker

Selasa, 07 Agustus 2012

SMAN 8 Pekanbaru Rebut Hadiah Utama DCR 2012

Tiga wakil SMAN 8 Pekanbaru yang mengikuti Darmasiswa Chevron Riau (DCR), berhasil menyabet hadiah utama mengalahkan peserta lainnya dari seluruh Riau. Ketiga wakil SMAN 8 Pekanbaru itu adalah Aulia Widyaputra (15 tahun), Mahdiah Aulia, T Rizki Fahril Mukti. Tepuk tangan seketika membahana memenuhi auditorium Rumbai Country Club (RCC), Selasa (3/4/12).

Peringkat kedua diraih lima siswa yaitu Tengku Ahmad Madya P (SMA Plus Riau, Pekanbaru), Nodia Adillah Syukri (SMAN 1 Dumai, Dumai), Rizky Amalia (SMAN 1 Bagan Sinembah, Rokan Hilir), Edli Arrafi (SMAS Cendana Mandau, Bengkalis) dan Marfuah Lubis (SMAN Binsus Dumai, Dumai).

Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh tujuh siswa yaitu Nelson Silaen (SMAN 2 Mandau, Bengkalis), Teguh Deo Prambudi (SMAN 1 Pasir Penyu, Indragiri Hulu), Atika Rahayu (SMAN 4 Siak, Siak), Alfina Hadiarti D (SMAN 1 Tembilahan Hulu, Inhil), Oci Kurniadi (SMAN 1 Bukit Batu, Bengkalis), Fitriani (SMAN 1 Bangkinang, Kampar) dan Risna Ilin Dasopang (SMAN 2 Ujungbatu, Rokan Hulu).

Aulia Widyaputra saat diberikan kesempatan mengucapkan sepatah kata, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT CPI sebagai penyedia beasiswa. Ia ingin kuliah di ITB untuk meraih cita-citanya sebagai insinyur.

“Dengan ilmu sebagai insinyur, saya ingin membantu banyak orang agar dapat hidup lebih baik,” katanya dalam Bahasa Inggris.

Menurut Aulia, sebagai peraih hadiah utama DCR 2012, ia tidak saja mendapatkan uang pendidikan sebesar Rp15 juta/tahun selama empat tahun, namun lebih dari itu, juga mendapatkan banyak pengalaman, ilmu dan 60 teman baru yang selama ini sangat asing baginya.

Presiden Direktur PT CPI Abdul Hamid Batubara, dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan para utusan dari berbagai sekolah di Riau yang ikut dalam program DCR ini.

“Program ini kami buat untuk membina, mengembangkan dan berkontribusi kepada generasi muda bangsa. Kita ingin anak-anak bangsa ini punya mimpi dan kita akan ambil bagian dalam upaya mewujudkan mimpi itu,” katanya.

Abdul Hamid sempat meneteskan air mata saat menceritakan kisah salah satu pemenang utama DCR 2011 Sri Mulyanti (dari SMAN1 Pekanbaru), yang kini telah berhasil masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

“Sri Mulyanti adalah mutiara yang kita selamatkan,” katanya dengan suara bergetar. Perlu dicatat, Sri Mulyanti berasal dari keluarga sederhana. Kedua orangtuanya bekerja sebagai pemulung di Pekanbaru.

Saat digelar videoconference dengan Sri Mulyanti yang berada di Padang, Abdul Hamid bersama Gubernur Riau diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Feizal Qomar Karim, berdialog dengan Sri yang membuat seluruh hadirin sangat antusias mengikuti.

Sri mengucapkan terima kasih pada PT CPI yang telah sangat membantunya mewujudkan cita-cita menjadi seorang dokter. Ia mengaku sangat antusias mengikuti pelajaran di kampusnya. Sri juga berkesempatan memberikan semangat dan motivasi pada adik-adiknya penerima DCR 2012.

Suasana haru seketika menyelimuti auditorium RCC saat Sri ‘dipertemukan’ dengan kedua orangtuanya, melalui videoconference itu. Sri yang tak menyangka, langsung menangis dan seluruh hadirin seolah turut merasakan keharuan gadis itu.

Sementara itu Gubernur Riau diwakili Asisten I Feizal Qomar Karim, berharap PT CPI berpartisipasi lebih banyak lagi untuk dunia pendidikan di Riau dan menjalin kemitraan dengan pemerintah. Pasalnya, walaupun di satu sisi prestasi siswa Riau cukup baik di tingkat nasional, namun masih ada sekitar 32 persen anak usia SMA yang tidak sekolah. ***

Sumber :
http://fitrimayanidanpemikirannya.blogspot.com/2012/04/tiga-siswa-sman-8-pekanbaru-rebut.html
READ MORE - SMAN 8 Pekanbaru Rebut Hadiah Utama DCR 2012